Selasa, 03 Februari 2026

Menjadi pembicara seminar 2026

Bismillah alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah

Awal tahun ini di mulai dengan kesempatan menjadi pembicara sharing session pada acara seminar IDE LPKIA Bandung, IF-SI Day 2026 yang diadakan oleh himpunan mahasiswa Informatika (IF) dan Sistem informasi (SI) di kampus tersebut.

Walaupun sempat ada perubahan jadwal beberapa kali, namun pada akhirnya disepakati hari nya di tanggal 30-Januari-2026.

Aku sudah prepare materi jauh hari sebelumnya. membahas sedikit tentang urgensi transformasi digital dalam sudut pandang bisnis, bagaimana melakukan titik inovasi dengan menggunakan teknologi sebagai akselerator percepatan melalui framework 10 types of innovation & mencari sweetspot inovasi yang akan dilakukan digitalisasi dengan mempertimbangkan "desirability, viability, dan feasibility". Materi berlanjut kepada menyiapkan digitalisasi yang trusted dengan transparansi data. Di akhir sesi, diperlihatkan juga sedikit bentuk outcome dari digitalisasi itu sendiri yang aku ambil dari studi kasus di perusahaanku dan beberapa member komunitas CITCOM.

Sebelum memulai sesi sharing aku sempat memberikan ice-breaking, dengan beberapa pertanyaan interaktif menggunakan mentimeter. Ada salah satu slide yang menarik untuk disimak dari ice-breaking tersebut yakni ketika pertanyaan tentang "Apa hal yang menghambat kamu menghadapi transformasi digital?" Menariknya jawaban dari audiens bukan hanya tentang teknologi itu sendiri, tapi lebih kepada hal-hal yang menjadi realita sehari-hari seperti problem adaptasi, banyak nya distraksi, boomer yang tidak mau berubah. Ini menjadi insight yg cukup seru karena dilihat dari world cloud. Tapi jujur beberapa jawabannya memang ada yang ngaco dan sekedar jokes aja sih.

Anyway. Terakhir aku jadi jadi pembicara selain di kantor 2 tahun lalu, 13 mei 2024 di Semarang di salah satu event dari BiznetGio. Kamu bisa lihat ceritanya disini

Lesson learned.

Setelah 2 tahun vakum jadi pembicara di seminar, tentu saja banyak yang harus diperbaiki. Namun aku yakin dengan banyaknya jam terbang membuat kita bisa lebih nyaman dan bisa menyampaikan pesan kepada audiens dengan baik, karena itu tujuannya. Dan yang terpenting, berusaha memberikan manfaat walaupun sekecil apapun.


Selasa, 23 Desember 2025

Menutup akhir tahun 2025 - Pelajaran yang bisa diambil.

Bismillah,

Alhamdulillah wa shalatu ala rasulillah,

Fyuh. sampe juga ke akhir tahun 2025. Tahun yang benar-benar menantang untuk dijalani. Dari sisi pekerjaan, dari sisi pembelajaran, maupun dari sisi personal. Banyak hal terjadi dan semoga tulisan ini bisa menjadi refleksi. Tempat "ngaca" diri, ketika suatu saat aku merasakan hal yang sama kembali.

Pelajaran yang diambil di tahun 2025: 

1) Konsistensi

Hal ini jadi yang pertama harus aku tulis untuk dijadikan bahan "lesson learned". Konsistensi itu hal yang berat. Contohnya seperti menjaga meeting pulse tetap berjalan, seperti annual meeting, quarterly meeting, weekly meeting. Hal-hal yang sederhana itu sebenernya bisa bantu kita untuk dapetin quick-feedback dan bisa dapet "sinyal warning" lebih cepat. 

Konsistensi mantau cashflow projection, konsistensi menjaga key-account engage bareng divisi sales, dlsb. Kita kadang lupa saat ritme sehari2 udah berjalan dan lupa bahwa kita punya "pulse", denyut rutinitas turning point yg harus dijagain.

Konsistensi di ibadah pun sama. yah, dalam hal apapun sih sebenernya. Ini yg mau gak mau jadi prioritas untuk dibenerin di tahun depan.

2) Visi itu Penting selayaknya prioritas.

Akhir tahun ini aku memutuskan untuk re-build semua visi perusahaan dari mulai core belief dan value, misi, serta purpose dari kenapa sih perusahaanku itu harus ada. Karena jika hal itu udah kuat, seberapa besar "badai" menerjang kita akan berpegang teguh pada visi kita dan tau kemana arah nya. Nggak mudah khawatir atau pesimis terhadap segala bentuk dinamika yang terjadi di sales, operation, maupun apa yang terjadi diluar kuasa kita.

Visi yang baik itu hadir dari core belief dan value dari para Tim inti. Dan itu yang aku lakukan. Semoga kedepannya "kapal" yg berlayar ini semakin tegak berdiri melalui segala rintangan, ombak, angin sekalipun. Karena kita tau kita mau kemana.

3) Jangan overthinking.

Keputusan baik atau buruk, gak bisa menyenangkan semua pihak. Di Q3 aku membuat keputusan besar melakukan efisiensi di kantor. baik dari segi tenaga kerja maupun dari sisi biaya operasional. Memang gak mudah, tapi karena hal tersebut perlu untuk dilakukan, Aku mengambil resikonya dan hasilnya... hampir 2 bulan overthinking terus. hahaha.

Di Q4 semua perlahan membaik walaupun belum sepenuhnya pulih. Tapi momen efisiensi itu jadi titik balik untuk lebih merhatiin segala hal yang ada di perusahaan. Dan alhamdulillahnya, aku punya teman-teman di tim inti yang selalu support. Yah, walaupun banyak hal yang gak bisa aku ceritain langsung ke mereka sih.

Tapi intinya, Aku rasa aku cukup sadar diri bahwa di Q3 sampai Q4 2025 kemarin, memberikan aku pelajaran yang berharga dan kita masih ada sampai saat ini. Bahkan lebih jelas sekarang.

Tempat Curhat terbaik

Sebaik-baiknya curhat ke co-founder, tim inti, keluarga... tempat terbaik untuk curhat hanya kepada Allah. Do'aku di akhir tahun :

"Ya Allah , perbanyaklah hartaku & keturunanku agar aku bisa lebih banyak bermanfaat bagi orang lain dan berikanlah keberkahan kepada nikmat & karunia yang Engkau berikan. Panjangkanlah umurku di dalam ketaatan, perbaguslah amalanku dan Ampunilah dosa-dosaku."

Aamiin.

Terimakasih 2025, di sisa hari ini aku mau preparing dulu untuk menata hati ke perjalanan di akhir desember sampai awal tahun. Semoga menjadi bekal untuk manajemen hati dan keimanan yang lebih baik menghadapi tahun depan.

See you on 2026. Insya Allah.

Selasa, 30 September 2025

Ditakdirkan Menjadi Leader: Menikmati Peran dengan Tetap Bergantung Kepada Allah

Ada satu nasihat yang sangat berharga dari seorang sahabat: 
“Kita ditakdirkan menjadi leader, maka nikmatilah dengan tetap bergantung kepada Allah, supaya terus dijadikan sebab kebahagiaan mereka.”
Kalimat sederhana ini begitu dalam maknanya. Dalam hidup, sebagian dari kita memang ditakdirkan memimpin - entah itu sebagai pemimpin dalam keluarga, tim di pekerjaan, komunitas, atau bahkan sekadar memimpin diri sendiri. Tugas ini bukanlah beban, melainkan amanah yang jika dijalani dengan ikhlas dan istiqamah, bisa menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.

Kamis, 11 September 2025

3 Harta Terbaik Menurut Rasulullah ﷺ yang Membuka Pintu Rezeki

Pendahuluan

Dalam Surah At-Taubah ayat 34–35, Allah memberi peringatan keras kepada ahli agama yang menyalahgunakan kedudukan mereka untuk mengambil harta dengan cara batil, serta kepada siapa saja yang menimbun emas dan perak tanpa menunaikan haknya. Allah mengancam bahwa harta itu kelak akan dipanaskan di neraka dan ditempelkan pada tubuh mereka.

Peringatan ini membuat para sahabat merasa khawatir. Mereka bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Harta apakah yang sebaiknya kami miliki agar selamat dari ancaman ini?”

Jawaban Rasulullah ﷺ sangat indah dan penuh hikmah. Beliau bersabda bahwa harta terbaik adalah:

Senin, 28 Juli 2025

Efisiensi Perusahaan

Hari ini Saya mengumumkan langkah-langkah efisiensi perusahaan kepada semua tim dalam Town Hall Meeting Mid semester.

Menyampaikan realita itu ternyata seberat ini ya, apalagi diikuti dengan pengurangan di sana-sini. Di satu sisi, tim terpaksa harus menerima kenyataan efisiensi, di sisi yang lain harus juga dituntut dengan delivery pekerjaan yang lebih baik.

Saya mengawali nya dengan Prolog, permintaan maaf terlebih dahulu, ucapan terima kasih atas dedikasi tim yang memilih stay dan bekerja di perusahaan serta berusaha secara konstruktif mengkomunikasikannya dengan metode Why, What, and How. Saya tekankan juga bahwa apapun respons dari tim itu di luar kendali saya, saya hanya berusaha menjelaskan realita ini dengan cara yang mudah-mudahan baik dan dapat diterima.

WHY

Kenapa harus efisiensi. Ada dua poin yang saya jelaskan yang tentu saja mengerucut kepada satu hal: Cashflow Runaway. Sebagai perusahaan yang bootstraping sejak awal, tidak ada kucuran dana investor ataupun pinjaman dari bank, Perusahaan ini hanya mengandalkan perputaran cash dari keuntungan di setiap project yang dikerjakan. Sehingga sepertinya opsi untuk pendanaan dan open investor mulai akan saya lirik melihat potensi dari perusahaan ini yang perlu di twist sedemikian rupa supaya bisa lebih growth.

Grafik Sales Sujud.

Walaupun sales pipeline cukup penuh, namun eksekusi menjadi deal-done nya belum mantep. Akibatnya, semenjak Q2 tahun ini, sales turun cukup signifikan. Hal tersebut juga disebabkan karena faktor repeat order yang menurun dan ada kaitannya di poin kedua. Sebenernya ada perubahan juga di sisi existing klien yang memindahkan salah satu revenue stream kita ke tempat lain (gak mungkin diungkap di sini). Namun pada intinya, berpengaruh besar terhadap Sales di Q2 tersebut.

Quality issue. 

Banyak project delay dan beberapa bulan terakhir, kualitas delivery tim tersorot tajam oleh existing klien yang mengakibatkan kita jadi dikurangi jatah "kue" pekerjaan nya. Kita tahu bahwa mendapatkan sales baru itu sulitnya luar biasa dibandingkan sales repeat dari existing customer. Pelajaran penting: Menjaga kualitas itu hal yang wajib di setiap perjalanan sebuah perusahaan. Qodarullah, tim operation belum mampu menjaga itu semua sehingga kita harus berbenah memperbaiki Quality issue ini.

WHAT

Apa saja yang diefisiensikan? tentunya saya tidak ingin serampangan. Harus berdasarkan data dan dalil. Nah untuk hal ini ternyata sudah diatur dalam peraturan ketenagakerjaan tepatnya dalam Putusan MK No. 19/PUU-IX/2011 dengan mendasarkan pada SE Menaker 907/2004 bahwa perusahaan tidak dapat melakukan PHK sebelum menempuh upaya-upaya efisiensi. 

HOW

Sebagai perusahaan jasa, tentu saja biaya terbesar adalah di biaya gaji dan operasional. Hal ini yang menjadi titik dilakukan efisiensi. Pilihan PHK (pemutusan hak kerja) adalah opsi paling terakhir, disini Perusahaan mencoba melakukan efisiensi dari segi Perubahan Metode bekerja & menghilangkan event-event yang tidak ada dampaknya secara langsung kepada revenue perusahaan.

Impact yang diharapkan adalah biaya operasional berkurang. Komunikasi & Personal time harus lebih baik, skill PM dalam Strong monitoring, dan juga yang paling challenging: Demotivasi Tim→ Saya pun jika berada di posisi pegawai, akan sangat berdampak.

Namun inilah realitanya dan saya mencoba meyakinkan tim bahwa ini hanya temporer sampai semuanya bisa kondusif lagi. Insya Allah.

Senin, 23 Juni 2025

Sebab Kebahagiaan: Tiga Kunci Hidup Tenang Menurut Imam Ibnul Qayyim

Di balik hiruk-pikuk dunia modern—dengan segala tuntutan pekerjaan, target yang terus berkejaran, dan impian hidup yang kadang terasa tak ada ujungnya—ada satu pertanyaan mendasar yang jarang kita jawab dengan jujur: apa sebenarnya makna kebahagiaan?

Sebagian orang menyamakan bahagia dengan gaji besar. Ada yang mencari dalam bentuk penghargaan, liburan, atau bahkan validasi dari sosial media. Namun, apakah itu benar-benar membuat jiwa tenang?

Dalam kitab klasik al-Wabil ash-Shoyib, ulama besar Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan jawaban yang sangat dalam namun tetap sederhana:

Kamis, 15 Mei 2025

Siklus Zaman dan Ujian Kehidupan

 "Hard times create strong men. Strong men create good times. Good times create weak men. And, weak men create hard times."

Pernah dengar kutipan ini? Kalimat sederhana tapi penuh makna. Menggambarkan betapa kehidupan berjalan dalam siklus. Saat masa-masa sulit datang, ia menempa manusia menjadi kuat. Tapi kekuatan itu — jika tidak dijaga — bisa melahirkan kenyamanan yang meninabobokan, lalu perlahan melahirkan kelemahan dalam generasi selanjutnya.

Dan ketika generasi yang lemah itu tumbuh tanpa daya juang, tanpa pijakan iman yang kokoh, maka masa-masa sulit akan kembali datang. Siklus itu pun terus berputar.

Menjadi pembicara seminar 2026

Bismillah alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah Awal tahun ini di mulai dengan kesempatan menjadi pembicara sharing session pada ...